Minggu, 29 September 2013

DIA

Di sore hari saat aku berjalan sendiri
Lembayung berbaur lewat udara.
Tubuh ku di peluk hangat sore mentari.
Jingga langit seakan menuntun arah ku menuju padanya.

Padanya di taman di mana aku datang sendirian.
Selalu.
Ku temukan dia terayun menari gemulai tertiup angin sore.
Seolah hendak menggapai dan melambai-lambai.

Hati mana yang tidak tergoda?
Ku pandangi indah warnanya.
Ku ciumi harum aroma tubuhnya.
Ku dengarkan merdu bisik suaranya.

Sayang tetapi sayang aku tidak bisa menggapainya.
Mendapatkan untuk memilikinya.

Tersadar aku terlalu berharap.
Terbuai aku tak sadarkan diri.
Aku berharap sekalipun dia tidak sempurna.
Tapi aku tidak punya yang sempurna.

Dia sadarkan aku
Aku tersadar
Dia adalah bunga di taman yang berpagar dan milik seseorang.

0 komentar:

Posting Komentar